Becak Asal Bantul “Meroket” ke Belanda dan Jerman

0
Becak Asal Bantul Meroket ke Belanda dan Jerman

Banuherang.com – Becak Asal Bantul “Meroket” ke Belanda dan Jerman. Di deretan pertokoan di Jalan Bantul tepatnya di km 4,5 Panggungharjo, Sewon, Bantul, papan besar berwarna kuning bertuliskan ” Becak Sinar Laut” menjadi penanda keberadaan bengkel sederhana tempat pembuatan becak.

Senin siang tanggal 28 Agustus 2017, di bengkel yang dinamai Becak Sinar Laut itu tidak banyak yang beraktivitas, dikarenakan memang tidak ada jadwal produksi.

Tetapi hanya ada satu becak kayuh baru saja, yaitu becak motor dan becak bekas yang akan direstori serta terdapat beberapa rangka beca yang tergeletak di dalam bengkel tersebut. Di lantai bengkel tersebut terdapat beberapa peralatan bengkel seperti mesin bor, kayu dan lain-lain.

Pemilik Bengkel yang dinami bengkel Becak Sinar Laut ini adalah milik Agustine Chen, wanita yang berusia sekitar 50 tahun, yang menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya, yang bernama Lim Chin Lung meninggal dunia sekitar 5 tahun yang lalu.

Pemilik bengkel yang bernama Agustine menuturkan mengenai produksi becak di bengkel keluarga ini dimulai setelah mertuanya yang bernama Lim dan Setyawati hijrah ke Yogyakarta sekitar tahun 1970-an. Mereka membeli bengkel bubut dan kemudian mulai membangun usaha Bengkel Becak. Mereka juga memperbaiki becak yang rusak, kemudian beberapa becak Sinar Laut mulai ditawarkan oleh Setyawati.

Pemilik bengkel Becak Sinar Laut mengatakan bahwa: “Ada 10-an becak yang dibeli dan saat itu permintaan tinggi, akhirnya diputuskan membuat,”

Kian hari permintaan becak semakin meningkat, Agustin memberi nama becak buatan bengkel keluarga itu dengan nama “Sinar Laut” yang berarti sinar yang tidak pernah padam.

“Model becak disempurnakan oleh Bapak Mertua (Lim) sehingga menjadi lebih mudah dikendarai dan akhirnya para pembeli semakin banyak,” tuturnya kemudian

Agustine mengatakan bahwa: “Tidak semua orang dapat membuat becak dengan baik, dikarenakan ukuran becak itu harus detail sehingga becak beroda tiga itu, yang remnya di tangan dapat mudah dikendarai, bahkan pegangan tangan untuk penumpang pun memiliki ukuran dan detail khas,”

“Becak itu tinggal mengayuh saja. Waktu itu, banyak orang yang menganggur dan ingin jadi tukang becak,” Sambungnya.

Pesanan becak yang pada awalnya didominasi oleh pemilik becak bergeser ke pasar yang baru, seperti pesanan pertokoan dan hotel yang ingin menyajikan nuansa kota tua yang berada di Belanda serta Jerman. Kini Becak yang dinamai Becak Sinar Laut tersebut diekspor hingga Jerman dan Belanda.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here